Jumat, 02 Desember 2011

Moment Jum’at Mayasari 57

Jum’at, 02 Desember 2011.

Jum’at penuh keberkahan di hari jum’at yg selalu mengarungi kehidupan qu, berupaya di hari jum’at qu selalu spesialkan dg menjalani segala sunah2 Rasul. Subhanallah terasa indah moment di hari jum’at.

Hari demi hari selalu qu niatkan & tapaki dg menggapai and meraih ridho Allah SWT, inilah tagline qu, disaat sedang redup qu kembalikan kpda niat yaitu Mardhatillah. Perjuangan menggapai ridho Allah tidaklah mudah, namun berusaha utk meraih-nya^^

Kisah jum’at tgl.02 Des 2011 ini mengenai bus mayasari selepas pulang dr kantor. Hmmm, bus,,,itulah yg setiap berangkt and pulang kerja yg qu tumpangi. Hari ini qu mesti menunggu lama bus kisaran 30-40menit, tak sperti biasanya, sdh macet, di dalam bus penumpangnya bnyk sekali, bergerak pun sulit. Desak-desakan sering qu rasakan, namun hr ini sngtlh yg paling desak, benak hati rasa nya ingin sekali menangis dg di himpit campuran antara laki2 & perempuan serta tangan qu pula mesti menggantung d besi utk pegangan, agar tdk jatuh(serta menyelmtkan diri ini),,, yah itulah yg mmbuat qu sedih terhdap diri qu sendri,sambil qu ucapkan dzikir di sore hari agar ENGKAU selalu melindungi Qu. ya Allah maafkan hamba mu yg lemah dan terberdaya ini. Berikanlah Qu kekuatan ata keadaan kondisi yang mesti qu jalani ini ya Rabb.

Sungguh Qu hanya ingin mengeluh dan mengadu kepada MU ya Rabb, yang menguasai diri qu ini. Dengan cerita semua kepada MU, membuat hati Qu tenang and bias bangkit kembali. Dunia ini hanyalah fatamorgana yang bersifat sementara, kehidupan hakiki yang akan qu tumpangi yaitu d akhirat kelak. Qu ingin meraih Syurga MU, bantu hamba ya Rabb. Rindu akan Syurga MU.

Kamis, 15 September 2011

Dalam Hitungan&Bilangan Hari

Bismillah…
Sudah bilangan hari, tak terjamah detik yang terlewati.
Getar-getar itu masih sering menghampiri.
Allah,
Betapa hati tunduk pada-Mu, betapa rindu itu meluap-luap membuncah dalam bilik jiwaku. Tertunduk pasrah dalam sujud-sujud panjang kepada-Mu.

Betapa aku mencintai hening bersama-Mu, merindui jamuan nikmatnya tangisan hanya berdua dengan-Mu, detik-detik itu begitu mengagumkan untuk sekedar terangkum di dalam diri.Ketika harap itu terucap, ia selalu bersama dengan rasa ketakutan bahwa diri ini begitu tak layak untuk sekedar meminta kepada-Mu. Mengeja satu persatu bilangan hari yang pernah terlewati, tak lebih dari mencari catatan-catatan buram yg kusam dalam buku harian yang dipenuhi dengan kesalahan.

Untuk diri yang terlalu banyak khilaf, untuk jiwa yang terlalu sering kalah dengan nafsu, masihkah pantas kepala mendongak kepada-Mu, sedang amalku tak seberapa untuk menumbuhkan kecintaan yg abadi kepada-Mu ? Untuk setiap waktu yang tak tunduk kepada-Mu, tuk banyaknya kesempatan yang terbuang tanpa mengingat-Mu, masihkah layak aku berkata Qu berhak memiliki nikmat-Mu sedang mereka yg kunamakan sebagai jejeran momen tuk berkarya itu terlempar jauh akibat iman yg tertindih ? Untuk setiap uraian kesalahan dan kekhilafan yang takkan pernah habis bila dihitung satu per satu.

Haruskah semua buai perenungan yg tumbuh mengakar dalam malam-malam panjang bersama-Mu mengabdi ? sedang diri ini begitu menyadari, bahwa menjaga amal dalam kerinduan bukanlah hal yang mudah, sungguh sangat menyadari, bahwa menjaga cinta agar tersemai dalam getaran-getaran halus bernama rindu kepada-Mu bukanlah perkara gampang yang dengan mudahnya untuk dipelajari apalagi diamalkan.Allah..Untuk sisian diri yang berkabut, aku selalu percaya, bahwa setelah hujan yang hadir karena kealpaan yang menyeluruh, selalu engkau siapkan pelangi untuk menerangi.

Juga untuk catatan-catatan kelam yang pernah berprasasti di dalam diri, engkau akan selalu punya cara untuk menuntun mereka yg benar-benar memiliki keinginan yg kuat agar memiliki-Mu, hanya dengan-Mu, hanya pada-Mu.Allah…

Demi pagi yg lewat tanpa ketundukan bersama Dhuha-Mu, tuk malam yg terlantun tanpa ada tangisan rindu berderai-derai karena mengingat-Mu. Kokohkan jiwa kami agar yg selalu hadir adalah ia yg bernama RINDU, ia yang bernama CINTA, ia yg bernama KETUNDUKAN. semuanya HANYA untuk-MU.. Bukan tuk yg lain.

Allah, Ketika dunia terasa begitu sempit, ketika amanah terus berlari dan bertambah, tambahkan rasa RINDU kami pada-Mu, tambahkan rasa CINTA kami pada-MU, tambahkan KETUDNUKAN kami pada-MU. Biar cerita yang terlerai kemudian, selalu saja hadir bersama kepingan-kepingan bayangan surga yg dirindui juga diingini.
Untuk semua itu Ya Mujiib.. Kami berharap sedikit usaha yg tak seberapa ini, mampu memberi arti..

Rabu, 10 Agustus 2011

Air Ramadhan

Di antara waktu kehidupan manusia dalam melakukan ibadah dan ketaatan kepadaNya dalam 12 bulan, ada satu bulan yang sangat istimewa yaitu Ramadhan. Bulan yang penuh ampunan, bulan dibelenggunya syaithan. Bulan lebih baik dari seribu bulan, bulan amalan ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibarat siklus air (hidrologi), Ramadhan adalah puncak siklus ketaatan dan ibadah kepada RabbNya.

• Air Ramadhan adalah kebutuhan dasar hidup manusia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa manusia dapat tahan hidup lebih lama tanpa makanan dari pada tanpa air. Tidak ada satu makhluk hidup pun yang tidak membutuhkan air. Ibadah dan ketaatan kepada Rabbnya adalah kebutuhan dasar manusia, dan Ramadhan adalah waktu puncak ibadah dan ketaatan.

• Air Ramadhan yang dinantikan

Ibarat kita melakukan perjalanan panjang kehidupan selama satu tahun perjalanan, maka dahaga itu sangatlah kuat, dan Allah SWT telah menyediakan air pelepas dahaga itu yaitu Ramadhan. Kekeringan ruhiyah , kegersangan jiwa harusnya tersirami oleh amalan Ramadhan kita, dan ia juga menjadi bekal menghadapi perjalanan kehidupan selanjutnya.

• Air Ramadhan yang menyejukkan

Jika lingkungan kita banyak terdapat air maka suasana menjadi sejuk, tumbuhan yang mengandung dan menyerap air, akan membuat rumah tampak asri dan indah. Amalan-amalan Ramadhan yang salah satu ibrahnya adalah ibadah sosial, harusnya menjadikan menjadi pribadi yang indah karena keindahan akhlaqnya orang yang berpuasa dan dapat menyejukkan lingkungan sosialnya.

• Air Ramadhan yang menyegarkan

Di suatu hari yang sangat terik, terkadang kita sangat menginginkan minum sesuatu yang sangat melegakan dan menyegarkan tubuh kita, semisal es cendol, kelapa muda, es pisang ijo, atau yang lainnya. Demikian halnya dalam kehidupan kita yang disibukkan dengan sejuta aktivitas, maka kita memerlukan sesuatu yang dapat merefresh kepenatan pikiran dan rutinitas, ia adalah amalan Ramadhan kita.

• Air Ramadhan menghidupkan kembali

Ketika kemarau panjang, banyak tumbuhan mengering dan bahkan tampak mati, tapi saat musim hujan tiba tumbuhan menjadi sangat cepat tumbuh, tampak hijau dan sangat subur. Pasang surut kehidupan keimanan itu adalah biasa, iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang, namun jangan dibiarkan terlalu lama kekeringan keimanan kita, karena ia akan menyengsarakan dan mematikannya. Dan Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk menghidupkannya.

• Air Ramadhan penghilang debu dan noda

Air adalah bahan utama untuk membersihkan debu dan noda, dan untuk hasil yang lebih maksimal dapat ditambahkan detergen dan pewangi. Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik disadari ataupun tidak disengaja, dan sebaik-baik orang yang salah dan berdosa adalah mereka segera bertaubat dan tidak mengulanginya lagi. Ramadhan bulan magfirah (pengampunan). Saat yang paling tepat kita menghapus debu dan noda kehidupan, dan dibarengi dengan amalan-amalan Ramadhan kita

Wallahu A’lam bishshawab.

Senin, 11 Juli 2011

Betapa Malu Qu ini Pada Mu Ya Rabbi & Muhammad (I'm ashamed)

Jika semua Tersadari semua
Betapa rendahnya
Betapa tak tahu diri ini
Betapa kurang mensyukuri akan nikmat-MU
Dalam do'a-do'a yg Qu haturkan
Sering kali dunia yg Qu minta
Dunia, dunia, dunia.. dan dunia
Mengeluh, mengeluh, mengeluh.. dan mengeluh
Selalu merasa kurang dan melupakan nikmat lain yg Engkau berikan pada Qu
Nikmat sehat
Nikmatnya bernafas
Nikmatnya iman kepadaMu
Nikmatnya Islam agamaMu
Jujur, Qu malu pada DIA
Pada utusanMu, Muhammad SAW
Yang selalu bersyukur kepadaMu dalam kesederhaan
Dan Qu sangat malu kepadaMu wahai Allah Qu
Dalam do'a, selalu meminta dunia, bukan Ampunan atas segala dosa-dosa
Qu malu, saat nafas ini Qu dapatkan percuma & terbuang sia-sia
Tanpa mensyukuri akan RahmatMu
Qu malu Yaa Rabbi, maafkanlah diri ini yang berlumuran dosa-dosa.

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

“Ajarkanlah aku suatu do'a yang bisa aku panjatkan saat shalat!" Maka Beliau pun berkata, "Bacalah: 'ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN 'INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFUURUR RAHIIM

(Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) '." (HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705)

Selasa, 05 Juli 2011

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
'Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.' (QS. Al-Muthaffifiin:26)

Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini:

1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
'Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.' (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
'Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.' (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)

2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar,
'Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).'
Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya.

3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan.
Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم .الحديث
'Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka' (HR. Ahmad)

4. Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan.
Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen untuk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius untuk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya untuk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dalam hidup ini, dan lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak untuk dekat dengan Allah untuk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dalam ibadah.
Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda untuk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dengan ijin Allah Ta’ala.

5. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih.
Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21(
'Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.' (QS. Muhammad:21)
6. Berbekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan.
Wajib atas seorang yang beriman untuk beribadah kepada Allah dilandasi dengan ilmu, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya. Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar untuk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah dan diterima Allah Ta’ala.
فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ) الأنبياء :7(
'Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.' (QS. Al-Anbiya’:7)

7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi.
Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31(
'Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.' (QS. An-Nur: 31)

8. Mempersiapkan jasmani dan rohani dengan membaca dan menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa siap untuk melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan.
Demikian pulalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan jiwa-jiwa para sahabat untuk memanfaatkan bulan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat bersabda pada akhir bulan Sya’ban,
جاءكم شهر رمضان. إلخ الحديث
'Telah datang pada kalian bulan Ramadhan(sampai akhir hadits).' (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).[1]

9. Mempersiapkan dengan baik untuk berdakwah kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, melalui:
Menghadiri pertemuan-pertemuan serta bimbingan-bimbingan dan menyimaknya dengan baik agar dapat disampaikan di masjid di daerah tempat tinggal.
Menyebarkan buku-buku kecil, tulisan-tulisan serta nasehat-nasehat tentang hukum yang berkaitan dengan Ramadhan kepada orang-orang yang shalat serta masyarakat sekitar.
Menyiapkan 'hadiah Ramadhan' sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hadiah tersebut dapat berupa paket yang didalamnya terdapat kaset-kaset dan buku kecil, yang kemudian pada paket tersebut dituliskan 'hadiah Ramadhan'.
Memuliakan fakir dan miskin dengan memberi sedekah serta zakat untuk mereka.

10.Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih yang baru, yang akan diisi dengan:
Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, saudara, istri atau suami serta anak-anak.
Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الناس أنفعهم للناس
'Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.'

seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter untuk mengobatinya dan seperti seseorang yang menanti kekasihnya.

'Ya Allah pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan dan terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'

Khalid bin ‘Abdirrahman ad-Durwaisy


http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/menyambut-bulan-suci-ramadhan.html