Selasa, 13 April 2010

Seorang Optimis Itu Lebih Sehat & Panjang Umur

Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan, atau kejelekannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.
Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stres. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara positif dan produktif.

Manfaat Berpikir Positif::

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain apalagi dibanding dengan orang pesimis. Para peneliti juga memperhatikan bahwa orang yang optimistis lebih sanggup menghadapi stres dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis dan sering berpikir positif.
>> Lebih panjang umur
>> Lebih jarang mengalami depresi
>> Tingkat stres yang lebih kecil
>> Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit
>> Lebih baik secara fisik dan mental
>> Mengurangi risiko terkena penyakit jantung
>> Mampu mengatasi kesulitan dan menghadapi stres

Mengapa manfaat ini bisa diperoleh bagi orang yang optimis dan berpikiran positif? Karena biasanya orang yang optimis akan menghindari kegiatan yang dilakukan orang yang pesimis dalam menghadapi stres dan tekanan hidup. Orang pesimis ketika menghadapi stres akan mengalihkan perhatian dengan kegiatan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan menikmati makanan tanpa terkendali. Sedangkan seorang optimis akan melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, serta mengurangi rokok dan alkohol.

Cara untuk Bersikap Lebih Optimistis
Jika Anda sering berpikir secara negatif terhadap orang lain ataupun terhadap situasi yang berat, bukan berarti Anda tidak dapat berpikir positif. Anda dapat mengubah cara berpikir negatif menjadi positif. Tidaklah sulit untuk melakukannya, namun membutuhkan waktu dan latihan untuk membuat kebiasaan baru ini. Berikut ini beberapa cara untuk lebih optimistis dan memiliki pikiran dan sikap yang positif.

>> Periksa diri Anda
Sewaktu Anda berpikir bahwa Anda tidak akan bisa menikmati suatu peristiwa buruk atau tidak akan sukses melakukan suatu tugas, segera singkirkan pikiran itu. Berfokuslah pada hal positif yang akan dihasilkan. Lakukan pemeriksaan secara berulang. Jika pikiran negatif lebih banyak, maka segera alihkan dengan pikiran positif.

>> Ikuti gaya hidup sehat
Berolahraga tiga kali sehari dapat mengubah suasana hati menjadi positif dan mengurangi stres. Pola makan yang sehat juga mempengaruhi pikiran dan tubuh. Serta coba mengelola stres Anda.

>> Nikmati pekerjaan
Berupayalah menikmati pekerjaan Anda. Tidak soal pekerjaan Anda, carilah aspek-aspek yang menyenangkan Anda.

>> Cari teman yang positif
Carilah teman-teman yang memandang kehidupan dengan positif. Orang-orang demikian adalah orang yang optimis dan selalu mendukung Anda dengan memberi saran yang baik.

Sebaliknya jika Anda dikelilingi oleh orang-orang pesimis, akan meningkatkan stres Anda bahkan membuat Anda ragu untuk mengelola stres dengan cara yang sehat.
>> Hadapi dan terima
Hadapilah situasi yang dapat Anda kendalikan; berupayalah menerima situasi yang tidak dapat Anda kendalikan.

>> Miliki rasa humor
Cobalah untuk tersenyum dan tertawa khususnya saat menghadapi saat yang sangat sulit. Carilah kejadian yang mengundang tawa dalam kegiatan sehari-hari. Rasa humor yang baik membantu seseorang memiliki pikiran, emosi, dan perilaku yang lebih positif.

>> Catat hal baik
Setiap hari, catatlah tiga hal baik yang Anda alami.

>> Aturan sederhana
Jangan katakan apapun kepada diri Anda sesuatu yang tidak ingin Anda katakan ke orang lain.

Jagalah Kesehatan Mata Anda

Apabila anda seorang pekerja keras terutama di belakang meja, di depan komputer yang biasanya memakan waktu berlama-lama tanpa terasa sudah 3 jam atau bahkan berjam-jam. Anda tergolong sangat produktif. Banyak tulisan yg anda buat atau pengetahuan dari membaca sambil browsing internet tersebut ,bukan? Setelah berlama-lama di depan komputer mungkin baru terasa capeknya setelah berakhirnya pekerjaan anda,. Lelah fisik sudah barang tentu mata anda juga. Tanpa terasa mata anda dikucek-kucek, enakkan? Ya pada kelelahan tersebut tanda klinisnya terasa mata pegel, tak enak bahkan gatal, lalu dikucek pasti terasa nikmat. Sekali-sekali boleh saja, tapi kalau sudah seringkali perlu dipertimbangkan, perlakukan mata anda dengan sebaik-baiknya.

Memang di jaman sekarang sdh bukan hal yang asing ,banyak orang bekerja didepan monitor sepanjang hari. Tidak ada kantor yg didalamnya tidak ada kom[puternya, meski komputer keluaran tahun awal-awal ada komputer alias computer jadul. Pada awalnya kita agak khawatir dg pengaruh komputer dapat mengganggu kesehatan tubuh terutama mata. Akan tetapi para ahli selalu mencari teroboson untuk menciptakan alat bantu yang semakin ramah dg kesehatan tubuh manusia .

Namun demikian, bekerja terlalu lama di depan layar monitor tetap saja dapat mempengaruhi kesehatan , seperti; mata lelah, ngeres, pegel, nyeri punggung , bahu dan leher,dll. Oleh karena itu perlu juga tahu bagaimana trik-trik cara mengatasi kelelahan dan ketegangan mata saat di depan layar monitor, sbb:

1. Bekerjalah di dalam ruangan yg cukup cahaya.
Perhatikan pencaharyaan di ruangan kerja anda. Jangan bekerja di ruangan yang terlalu terang shg menyilaukan mata, dan juga tidak terlalu gelap. Gunakan krey untuk mengatur cahaya yg masuk dari jemdela.

2. Gunakanlah filter monitor
Untuk mengurangi sinar yang menyilaukan dan radiasi yang dipancarkan layar monitor, gunakan filter glass monitor

3. Periksalah monitor anda
Periksa apakah monitor anda masih dapat digunakan dg baik,adakah banyak ‘semut’nya? Bandingkan dengan monitor lain. Bila gambar tampak semakin buram dan berkedip-kedip sehingga tidak nyaman bagi mata anda, maka sdh waktunya memperbaiki atau mengganti monitoranda

4. Letakkan kertas kerja agar mudah dibaca
Bila anda harus bekerja dengan menyalin atau sambil membaca kertas kerja, maka letakkanlah kertas kerja anda agar berada pada jarak yg seimbang dengan monitor dan mata anda

5. Perhatikan posisi monitor
Letakkan layer monitor sedemikian rupa shg membentuk sudut antara 10-15 derajat dari posisi sejajar dengan pandangan mata anda

6. Bekerjalah dengan ‘font’ yg besar
Jika anda harus mengedit tulisan di depan computer. Pastikan huruf yg anda gunakan cukup besar.Jangan paksakan mata anda membaca huruf kecil pada monitor.

7. Periksa Kacamata atau lensa kontak anda
Jika anda meanggunakan kacamata atau lensa kontak dan anda harus bekerja lam,sep[anjang hari di depan layer monitor, ada baiknya anda konsultasikan dengan dokter mata atau opktik anda agar anda bisa mendapatkan ukuran kacamata yang sesuai

8. Istirahatkan sejenak mata anda
Jika anda bekerja di depan layer monitor berjam-jam,maka usahakan berhenti setiap 1 jam selam 10-15 menit. Sambil berdiri dan bergerak sekalian ‘self massage’untuk relaksasi tubuh, bila dekat jendela lihatlah dengan pandangan jauh kearah hijaunya pohon-pohon di taman, baru kemudian segera kembali duduk bekerja dengan posisi semula.

ManFaatKan Waktu Luang Mu Ukhti ** PenYeManGaaTtzzz

Bagi akhwat yang masih lajang, mungkin banyak di antaranya yang sudah merindukan untuk menggenapkan setengah dien, tapi Allah masih belum mendatangkan jodohnya. Insya Allah hampir semuanya mengharapkan pasangan yang baik agamanya. Di antaranya ada yang menanti dengan sabar meskipun usia sudah menginjak kepala tiga. Ada yang tidak sabar menanti hingga akhirnya asal pilih aja, tidak menjadikan agama menjadi pertimbangan utamanya. Ada yang menantinya dengan santai aja, ntar kalo sudah waktunya ya datang sendiri . Ada pula yang hanya sekedar ingin, tapi tidak mempersiapkan menuju kesana. Tapi ada pula yang meskipun sudah siap dari segi usia, sudah punya maisyah tetapi belum punya keinginan menuju kesana.

Termasuk yang mana dirimu ukhti..? Bagaimanapun kondisimu ukhti, jangan sia-siakan waktumu dalam masa penantian itu. Jangan sia-siakan dengan angan-angan indah (karena belum tentu indah ) karena hal itu bisa membawamu pada zina hati. Jangan pula terlalu bersedih karena belum dapat jodoh juga. Ingatlah janji Allah dalam surat An Nuur:26, “wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang sholeh maka jadikan diri kita sholeh juga. Masih ada waktu bukan?

Jangan sia-siakan pula waktu, pikiran dan tenagamu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi maksiat. Kurangi hal-hal yang mubah seperti nonton TV, jalan-jalan, shopping, dll yang berlebihan.
Trus harus ngapain donk???

Buanyak atuh yang bisa kita kerjakan. Kembangkan ilmu dan potensi yang kita miliki, bisa dengan menyelesaikan kuliah (bagi yang belum lulus) atau melanjutkan kuliah lagi, atau ikut kursus-kursus. Dalam hal profesi kita bisa mencari pekerjaan yang sesui dengan bidang atau minat kita tapi dipertimbangkan juga, save ga diri kita sebagai akhwat bekerja disana? Syukur kalau kita bisa bekerja sekaligus berdakwah dan mengembangkan ilmu kita disana, sekali dayung beberapa pulau terlampaui. OK?

Trus coba kita pikirkan tentang masalah-masalah ummat? Jangan trus sibuk kuliah atau kerja tidak mikirkan tentang masalah ummat. Ingat sabda Rasulullah, barangsiapa ketika bangun tidak memikirkan umatku maka dia tidak termasuk dalam umatku. Masalah-masalah ummat itu ada banyak kalau kita mau BUMBATA di sekitar kita. Tidak hanya mencermati saja, tapi yang penting cari solusi. Coba kita tanya diri kita, kalau kita menyatakan bangga terhadap Islam, apa yang sudah kita perbuat untuk Islam? Kalau kita sudah berkomitmen terhadap dakwah, sudah maksimalkah yang kita lakukan selama ini?

Ada banyak orang di sekitar kita yang belum berIslam dengan benar, ada banyak yang ingin belajar Islam, ada banyak yang butuh dibina, tetapi terkadang kita justru ‘membinasakan’nya dengan menelantarkan mereka.

Trus apalagi yang bisa kita kerjakan? Siapkan bekal sebanyak-banyaknya mulai sekarang untuk membangun rumah tangga yang Islami dan membangn masyarakat yang Islami pula. Mulai persiapan spiritual, persiapan konsepsional, persiapan fisik, persiapan material dan persiapan sosial.Kalau ingin tahu lebih lanjut, baca buku dech, kalau ada waktu lain kali Insya Allah saya tuliskan. Oh ya, jangan lupa, belajar masak
Tuh kan… banyak sekali yang bisa dan bahkan ada yang harus kita lakukan. Katanya Ust. Hasan Al Banna, Sesungguhnya beban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang tersedia. Banyak yang bisa kita kerjakan, jangan ditunda-tunda, mumpung kita masih punya banyak waktu luang. Mumpung belum disibukkan oleh urusan rumah tangga, mengurus suami dan anak, dsb. Seorang ibu bercerita, masa-masa gadisnya dulu adalah masa-masa keemasan dimana dia punya banyak waktu untuk beramal, mengembangkan diri dan berkontribusi untuk ummat dan dakwah. Tapi bukan berarti trus ketika sudah berkeluarga dia tidak lagi bisa berdakwah dan beraktifitas, justru bertambah kontribusinya karena ada yang mendukung.dan membantu. Asalkan bisa memenej waktu dengan baik dan mempertimbangkan fiqih prioritas, Insya Allah bisa seimbang.

Yuk, jangan hanya berdiam diri saja, jangan termasuk golongan muslim yang duduk. Terus berkarya dan bersabarlah. Insya Allah Allah maha tahu yang terbaik buat kita, siapa dan kapan waktunya. Dengan waktu yang kita miliki kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan terus berkontribusi menuju kejayaan ummat.
Wallahu a’lam bishowab, semoga bisa menjadi taujih dan penyemangat terutama buat diri sendiri.

Senin, 22 Maret 2010

Kasih Seorang Ibu



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada
ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.

"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu
menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada
alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia
dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan
lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan
mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula,
ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah
yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui
masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan
perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah
air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih
hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Kasih ibu itu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir.
Kasih ibu itu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh
setiap orang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi,
menghangatkannya seperti mentari siang, dan menyelimutinya
seperti bintang malam.

Semoga Yang Maha Kuasa mengampuni dosa-dosanya.

Biarkan...

biarkan…
biarkan…Qu selalu menyapamu
laksana angin…
yang kadang kau suka dan tak kau suka…

bila…
dari “bintang” kau dapatkan
sejuta makna……maka.
berbahagaialah jua sang pemilik hati ini
karena bisa tuangkannya dalam
hakikat inspirasi!!

syukron berat atas semua yang kau lakukan untukku
mungkin bagimu terkesan biasa-biasa saja
tapi tidak bagiku!
kau tahu?
sampai-sampai aku tak bisa ungkapkan betapa dan betapa
semuanya…. “B E R A R T I”
dan dengan semua itu,
...............

“cinta baru berharga jika diberikan kepada seseorang yang menghargainya”

Qu memang tak begitu mengenal secara detail bagaimana
sosok pribadi, prinsip, idealis dan persepsi lakon hidupmu…
tapi jangan salah,
manusia memiliki kepekaan
yang berbeda...

kau harus tahu…
yang kutawarkan adalah “jalinan cinta yang tulus”
dan dalam hal ini tak ada yang harus kau lakukan untukku
biarkan hati ini merindui,
biarkan hati ini menyayangi, apapun yang ada di dirimu
siapapun dirimu, karena tulusku tak butuhkan
bukti dari semua itu…

aku tau…
di antara kita ada kesamaan, dan…
di antara kita ada banyak ketidaksamaan
bila dengan 1 kesamaan saja sudah cukup membuatku percaya,
apakah ketidaksamaan akan menjadikan rasa ini tak layak untuk kumiliki?

aku mencintaimu, tanpa syarat kau juga harus begitu
aku biarkan kau tempati satu posisi dalam hati
tanpa ada kesepakatan denganmu…
jadi, maafkan aku bila keputusanku ini salah menurutmu…

siapa dan bagaimana aku itu tidak penting
dengan apapun kau menyebutku, itupun tak penting
yang penting adalah siapa kau bagiku…
memang, tak ada yang bisa aku lakukan untukmu
tuk buktikan rasa yang ada…
tapi yang pasti, aku miliki 3 hal untukmu….
1. tulus
2. percaya
3. doa
lupakan aku dalam tiap saatmu
tapi ketika kau tengadahkan kepala
dan melihat sapaan bintang di atas sana,
ingatlah….kalau jauh di sana
aku pun melihatnya…
dan rindukanmu,
……...sahabatku

Semoga Alloh mengikat hati-hati kita hingga ke syurga….
Di sekitar ‘Arsy-Nya, ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para Nabi dan syuhada. Hingga para Nabi dan syuhada pun iri kepada mereka. Ketika para shahabat bertanya, Rosul menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Alloh, saling bersahabat karena Alloh, dan saling berkunjung karena Alloh
[HR. Tirmidzi]

kuharap, kerlip dan damai sang bintang
membuatmu selalu tersenyum….dan bahagia.
Love u, fillah….